Kesehatan

Efek Samping Habbatussauda dan Potensi Interaksinya dengan Obat

Habbatussauda disebut dalam hadits shahih dan sudah dipakai berabad-abad, tetapi itu tidak membuatnya bebas dari efek samping. Bahan yang dalam penelitian dapat menurunkan gula darah atau tekanan darah dapat menambah efek obat pada sebagian orang yang sedang berobat, meskipun besar risiko klinisnya belum pasti.

Artikel ini membahas efek samping habbatussauda yang tercatat dalam penelitian dan laporan kasus, potensi interaksinya dengan obat, serta kelompok yang perlu berkonsultasi dulu. Setiap temuan disertai jenis buktinya, agar Anda dapat membedakan mana yang sudah terlihat pada manusia dan mana yang baru berupa dugaan.

Seberapa Aman Habbatussauda Secara Umum?

Tinjauan uji klinis oleh Tavakkoli dan rekan (2017) di Journal of Pharmacopuncture menyimpulkan bahwa efek samping habbatussauda dalam uji-uji pada manusia tidak tampak serius. Ringkasan tinjauan itu dapat dibaca di DOAJ.

Namun “tidak serius dalam uji klinis” punya konteks. Peserta uji biasanya orang dewasa yang dipantau, dengan takaran terukur dan durasi beberapa minggu hingga bulan. Pemakaian sehari-hari di rumah sering berbeda: takaran tidak jelas, produk beragam, dan pemakainya mungkin sedang minum obat lain. Keamanan jangka panjang belum banyak diteliti.

Perlu dibedakan pula antara habbatussauda sebagai bumbu dan sebagai suplemen. Taburan biji di atas roti atau dalam masakan jumlahnya jauh lebih kecil daripada kapsul atau minyak yang diminum setiap hari selama berbulan-bulan. Sebagian besar catatan di bawah ini relevan untuk pemakaian sebagai suplemen, bukan sebagai bumbu dapur.

Efek Samping Habbatussauda yang Pernah Dilaporkan

Keluhan pencernaan (uji klinis manusia)

Keluhan yang dilaporkan dalam uji klinis antara lain mual, kembung, sendawa beraroma tajam, dan rasa tidak nyaman di ulu hati. Frekuensinya tidak seragam antarstudi, dan umumnya digolongkan ringan. Bila keluhan ini muncul dan mengganggu, hentikan dan tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum mencoba lagi.

Reaksi alergi pada kulit (laporan kasus)

Pemakaian minyak murni di kulit dapat memicu dermatitis kontak alergi. Memorial Sloan Kettering Cancer Center dalam ulasan herbalnya mencatat beberapa laporan kasus, termasuk satu kasus berat akibat paparan berulang dari kosmetik jenggot. Lembaga yang sama juga mencatat satu laporan reaksi obat berat (DRESS) pada perempuan muda setelah pemakaian minyak di kulit yang memerlukan perawatan kortikosteroid.

Mengoleskan sedikit minyak pada area kecil kulit sebelum memakainya lebih luas tidak menyingkirkan kemungkinan alergi, karena reaksi dapat muncul setelah paparan berulang. Hentikan segera bila muncul kemerahan, gatal, atau lepuh, dan periksakan diri bila reaksinya meluas.

Potensi Interaksi dengan Obat

Bagian inilah yang paling penting bagi pembaca yang sedang berobat. Interaksi di sini sebagian besar bersifat potensial: ada alasan ilmiah untuk berhati-hati, tetapi besar risikonya pada pasien belum terukur dengan baik.

Obat diabetes (efek tambahan, dari uji klinis manusia)

Meta-analisis Saadati dan rekan (2022) di Frontiers in Nutrition mencatat penurunan gula darah puasa rata-rata sekitar 24 mg/dL pada penyandang prediabetes dan diabetes tipe 2 yang mendapat habbatussauda. Efek ini dapat menambah efek insulin atau obat penurun gula. Gejala gula darah rendah yang perlu dikenali antara lain gemetar, berkeringat dingin, lemas, berdebar, atau bingung. Jangan memulai habbatussauda atau mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi; cara pemantauan gula darah perlu ditentukan bersama tenaga kesehatan.

Obat hipertensi (efek tambahan, dari uji klinis manusia)

Meta-analisis tekanan darah mencatat penurunan sistolik rata-rata sekitar 3 sampai 5 mmHg. Pada orang yang sudah minum obat antihipertensi, efek tambahan ini biasanya kecil, tetapi tetap perlu diwaspadai bila muncul pusing saat berdiri atau rasa melayang.

Pengencer darah dan obat lain yang diolah hati (bukti awal)

Ulasan MSKCC menyebut bahwa habbatussauda menghambat enzim hati CYP2D6 dan CYP3A4 yang mengolah banyak jenis obat, serta satu studi yang menunjukkan thymoquinone memengaruhi aktivitas warfarin. MSKCC sendiri menyatakan relevansi klinis kedua temuan ini belum diketahui, artinya belum terbukti terjadi pada setiap pengguna. Karena itu, pengguna warfarin dan obat jangka panjang lain sebaiknya memberi tahu dokter atau apoteker sebelum mulai.

Kaidahnya sederhana: tunjukkan daftar semua obat dan herbal yang Anda konsumsi setiap kali periksa. Kebiasaan ini membantu dokter membaca hasil laboratorium dengan benar.

Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Ibu hamil dan menyusui

Data keamanan habbatussauda pada kehamilan dan menyusui pada manusia masih terbatas. Pemakaian sebagai bumbu dalam jumlah kecil di masakan berbeda dengan konsumsi kapsul atau minyak secara rutin. Untuk konsumsi rutin, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan atau bidan.

Penderita penyakit ginjal dan hati (bukti hewan)

Dosis tinggi pada hewan percobaan pernah dikaitkan dengan kerusakan hati dan ginjal, sementara data manusia belum memadai, sebagaimana dicatat MSKCC. Penderita penyakit ginjal kronis atau gangguan hati perlu berkonsultasi sebelum memakai suplemen apa pun, termasuk habbatussauda.

Anak-anak

Sebagian besar uji klinis dilakukan pada orang dewasa, sehingga data takaran dan keamanan pada anak terbatas. Jangan memberikan habbatussauda sebagai suplemen rutin kepada anak tanpa arahan dokter atau apoteker, dan jangan meneteskan minyak ke hidung anak.

Menjelang operasi

Karena potensi pengaruhnya pada gula darah, tekanan darah, dan obat pengencer darah, beri tahu dokter bedah atau dokter anestesi bila Anda rutin mengonsumsi habbatussauda.

Segera Hentikan dan Cari Pertolongan Bila

  • Muncul sesak napas atau napas berbunyi.
  • Wajah, bibir, atau lidah membengkak.
  • Muncul ruam yang meluas, melepuh, atau disertai demam.

Untuk keluhan lain yang tidak biasa setelah mulai mengonsumsi habbatussauda, misalnya gejala gula darah rendah yang berulang, hentikan dan konsultasikan dengan dokter.

Memakai dengan Bijak: Sikap yang Diajarkan Syariat

Islam memerintahkan berobat, dan sekaligus melarang menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan.

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS Al-Baqarah: 195)

Mengenali efek samping habbatussauda adalah bagian dari ikhtiar yang benar. Keyakinan pada keberkahan habbatussauda tidak bertentangan dengan kehati-hatian dalam pemakaian dan interaksi obat. Untuk mengetahui apa yang dipakai dalam penelitian, baca cara minum habbatussauda dan takaran dalam penelitian, dan untuk gambaran utuh dalil serta penelitiannya, lanjutkan ke panduan lengkap manfaat habbatussauda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah habbatussauda berbahaya bagi ginjal?

Kerusakan ginjal dan hati tercatat pada hewan percobaan dengan dosis tinggi, sedangkan data pada manusia belum memadai. Penderita penyakit ginjal sebaiknya berkonsultasi dulu sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Bolehkah ibu hamil minum habbatussauda?

Data keamanan pada kehamilan masih terbatas. Pemakaian sebagai bumbu dalam jumlah kecil berbeda dengan konsumsi kapsul atau minyak secara rutin; untuk yang kedua, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan atau bidan.

Apakah habbatussauda boleh diminum bersama obat diabetes?

Jangan memulai atau mengubah dosis tanpa berkonsultasi. Habbatussauda dapat menurunkan gula darah sehingga efeknya bisa menambah efek obat diabetes; pemantauan gula darah dan obat harus ditentukan tenaga kesehatan.

Mengapa kulit gatal setelah dioles minyak habbatussauda?

Minyak jintan hitam murni dapat memicu dermatitis kontak alergi. Hentikan pemakaian, bersihkan kulit, dan periksakan diri bila ruam meluas, melepuh, atau disertai bengkak dan sesak.

Rujukan

  1. Tavakkoli A, Mahdian V, Razavi BM, Hosseinzadeh H. (2017). Review on Clinical Trials of Black Seed (Nigella sativa) and Its Active Constituent, Thymoquinone. Journal of Pharmacopuncture, 20(3):179–193. doaj.org
  2. Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Nigella sativa (About Herbs), pembaruan 10 Agustus 2023. mskcc.org
  3. Saadati S, dkk. (2022). Nigella sativa supplementation improves cardiometabolic indicators in population with prediabetes and type 2 diabetes mellitus. Frontiers in Nutrition. doi:10.3389/fnut.2022.977756
  4. Golpour-Hamedani S, dkk. (2022). The effect of nigella supplementation on blood pressure: A systematic review and dose-response meta-analysis. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. PMID 35975622
  5. Sahebkar A, dkk. (2016). Nigella sativa and blood pressure: meta-analysis. Journal of Hypertension, 34(11):2127–2135. boa.unimib.it
  6. Al-Qur’an, QS Al-Baqarah: 195. quran.com/2/195

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan saran dokter atau apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah obat tanpa berkonsultasi.